Yes. 29:17-24; Mzm. 27:1,4,1314; Mat. 9:27-31 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya. [...]
Pw SP Maria Berdukacita Bacaan: 1Kor. 12:31 – 13:13; atau Ibr. 5:7-9; Mzm. 33:2-3,4-5,12,22; Luk. 7:31-35; atau Yoh. 19:25-27 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: [...]
Berbagi bukan hanya membagi-bagikan materi, sumbangan atau yang sejenisnya, tetapi … waktu, tenaga, hati dan pikiran kepada orang-orang kecil dan berkekurangan……
Anda harus mempercayai tempat yang kokoh, suatu tempat di mana Anda dapata mengatakan ‘ya’ pada kasih Allah, bahkan jika Anda tidak merasakannya. Saat itu mungkin Anda tidak akan merasakan apa-apa kecuali kehampaan dan kehilangan kekuatan untuk memilih. Tetapi, tetaplah mengatakan, “Allah mengasihi aku, dan kasih Allah itu cukuplah bagiku!” Setiap saat Anda harus memilih tempat yang kokoh dan kembali ke sana setelah setiap kegagalan.
Kita harus belajar agar tetap mampu mendengarkan suara hati, “Jangan merusak milik orang lain! Jangan membunuh! Jangan membalas kekerasan dengan kekerasan!” Kami mengecam keras tindakan merusak dan membunuh, namun kami tetap menyadari amanat luhur yang diwariskan kepada kami, “Kasihilah sesamamu! Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan!”
“Orang-orang Kristen yang menjadi sasaran serangan dan korban kekacauan terorganisir dan vandalisme telah diputarbalikkan menjadi pelaku, sedangkan penyerang sesungguhnya serta semua kekuatan dan elemen pendukung baik langsung maupun tak langsung mendapat “buku putih,”


