[RENUNGAN] Rabu, 4 Agustus 2010
August 4, 2010 by Rm. Bastian, CM
Filed under renungan hari ini
Pw S. Yohanes Maria Vianney
Yer. 31:1-7; Mat. 15:21-28
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
DI POSISI TERENDAH
Kita menyaksikan banyak orang yang merasa beriman namun begitu mudah tersinggung oleh gembala, oleh pengurus, oleh sesama, dan meninggalkan Yesus. Perempuan di depan Yesus ini diselamatkan justru karena menunjukkan kebesaran hatinya ketika Yesus mengidentikkan dengan anjing, sebuah posisi terendah (Rm. Ign. Suparno, CM)
[RENUNGAN] Selasa, 2 Agustus 2010
August 3, 2010 by Rm. Bastian, CM
Filed under renungan hari ini
Yer 30:1-2,12-15,18-22 Mat. 14:22-36
Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!
KENALI LAGI
Bukan hal baru, seorang panik mencari kaca matanya, setelah tenang ia sadar ternyata kaca matanya dikenakan semacam bando di kepalanya. Pada saat kita lemah, payah, jiwanya sangat rentan, orang bisa kacau dan lupa pengangan hidupnya. Yesus memberi nasihat sederhana, sekedar minta mereka tenang untuk melihat dengan jelas dan mengenalinya lagi. Ketika mengalami kegoncangan iman dan kepanikan, apa yang anda lakukan? (Rm. Ign. Suparno, CM)
[RENUNGAN] Sabtu,31 Juli 2010
July 31, 2010 by Rm. Bastian, CM
Filed under renungan hari ini
Pw S. Ignasius dr Loyola
Yer. 26:11-16,24; Mat. 14:1-12
Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: “Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
SUARA YOHANES PEMBAPTIS
Yohanes seperti tak bisa ditawar barang selangkahpun, ia tetap tegas menegur Herodes. Integritas Yohanes menjadi ancaman tersendiri bagi Herodes yang cenderung terombang-ambing. Pada akhir sebuah pesta, Herodes menuruti permintaan anak Herodias untuk memenggal kepala Yohanes. Kenyataannya kepala Yohanes terpenggal namun seruan moralnya terngiang-ngiang di benak Herodes. Karena itu berita kedatangan Yesus sangatlah menggelisahkannya. Pernahkan anda berpikir untuk menjadi suara moral yang lantang seperti Yohanes Pembaptis? Atau sudahkah kita mengatasi kegelisahan-kegelisahan tak jelas yang mengombang-ambingkan kita? (Rm. Ign. Suparno, CM)
[RENUNGAN] Jumat, 30 Juli 2010
July 30, 2010 by Rm. Bastian, CM
Filed under renungan hari ini
Yer. 26:1-9; Mat. 13:54-58
Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”
BUKAN YANG SPEKTAKULER
Mata manusia di sepanjang jaman haus akan hal spektakuler, ingin melihat hal-hal baru dari dunia lain. Keajaiban Yesus sulit dipahami orang-orang yang tahu latar belakang Yesus dalam hidup sehari-hari. Mereka mendambakan orang dari dunia antah berantah yang berbicara dengan bahasa baru. Kita perlu membalik cara pikir, karena Tuhan ingin mengerjakan karya ajaibnya lewat hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana Anda menangkap hal ini? (Rm. Ign. Suparno, CM)
[RENUNGAN] Kamis, 29 Juli 2010
July 29, 2010 by Rm. Bastian, CM
Filed under renungan hari ini
Pw S. Marta, Maria dan Lazarus
1Yoh. 4:7-16; Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42
Marta mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
MENJADI REM DAN GAS
Pekan lalu kita beberapa kali mengutip perikop Injil ini. Saat ini saya mengajak anda memperhatikan nada kesepian Marta ketika ia mengatakan, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa aku melayani seorang diri saja?” Keinginan kita untuk lari kencang dalam aneka kesibukan kadang menyebabkan kesepian mendalam, seolah-olah tak ada orang lain yang mau membantu. Pada saat yang sama kita melupakan orang di sekitar kita yang sebenarnya juga sedang mengembara mencari yang terbaik dan berjangka panjang. Inilah rahasia perbedaan karakter, ada yang ingin melihat landasan terdalam melakukan sesuatu, dan ada yang ingin sesegera mungkin mengerjakannya. Dua-duanya akan saling melengkapi dalam hidup ini. Saya sering menggambarkannya dengan rem dan gas yang masing-masing berlawanan fungsi namun saling mengatasi dan punya arti.Akan tetapi prinsip karya iman tetap sama: dengarkan Tuhan dan kerjakan. (Rm. Ign. Suparno, CM)
[RENUNGAN] Rabu, 28 Juli 2010
July 28, 2010 by Rm. Bastian, CM
Filed under renungan hari ini
Mat 13:44-46
Pada hari ini, kita kembali membaca pengajaran Yesus dalam bentuk perumpamaan. Dua perumpamaan, yakni harta yang terpendam yang ditemukan oleh seseorang di ladang dan seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah, menggambarkan tentang Kerajaan Allah. Pada perumpamaan yang pertama, seseorang menemukan harta yang terpendam di ladang orang lain dengan tidak sengaja. Mungkin, dia adalah seorang petani yang sedang mencangkul atau menggali tanah di ladang orang lain dan tanpa disengaja menemukan harta itu. Dengan penuh sukacita, dia menimbun kembali harta itu dan secara diam-diam berencana membeli ladang itu. Agar tujuannya segera tercapai, dia menjual seluruh apa yang dimilikinya untuk membeli ladang itu. Perumpamaan yang kedua, seorang pedagang mencari mutiara yang berharga. Setelah menemukannya, juga menjual segala miliknya untuk membeli mutiara yang berharga itu. Kedua perumpamaan itu menyatakan betapa harta terpendam dan mutiara yang ditemukan dan dicari itu adalah sesuatu yang sangat bernilai. Karena nilainya yang tinggi, apa pun yang dimiliki oleh seseorang akan dijual demi memperolehnya.
Melalui ajaran-Nya, Yesus menyadarkan kita bahwa Kerajaan Allah yang dihadirkan dan diwartakan-Nya adalah harta dan mutiara yang sangat berharga nilainya. Untuk memperoleh Kerajaan Allah, kita harus menjual segala apa yang kita miliki. Kita harus meninggalkan segala-gala atau menomorduakan segala sesuatu yang kita banggakan. Jika kita mencari dan menumakan Kerajaan Allah itu, kita akan mengalami kegembiraan yang melebihi kegembiraan dari seorang yang menemukan harta terpendam atau mutiara yang indah dalam perumpaan hari ini. Dan Kerajaan Allah itu tidak lain adalah Allah sendiri. Allah hendaknya menjadi harta utama kita. Lantas, kalau Allah menjadi harta kita, maka hati kita pun harus tertuju kepada-Nya karena “di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat 6:21) (Rm. Bastian, CM)
[RENUNGAN] Selasa, 27 Juli 2010
July 27, 2010 by Rm. Bastian, CM
Filed under renungan hari ini
Yer. 14:17-22; Mat. 13:36-43
Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
SAAT YESUS MENERANGKAN
Saya membayangkan ketika mereka pulang dan bertanya langsung pada Yesus, pastilah dalam keadaan istirahat, tenang, dan sangat mesra sebagai orang dekat. Yesus menerangkan rahasia-rahasia keselamatan dengan gamblang. Demikian irama kita, pagi adalah masa menabur benih semangat, malam menjadi malam mengendapkan. Pada jaman modern hal itu sering terkacaukan, manusia masih sibuk di malam hari dan tak sempat mengendapkan pengalaman dan tak sempat menyaring pengalaman imannya. Kita pantas mewaspadainya agar kita selalu punya kesempatan di mana Yesus menerangkan karya keselamatannya. (Rm. Ign. Suparno, CM)
[RENUNGAN] Senin, 26 Juli 2010
July 26, 2010 by Rm. Bastian, CM
Filed under renungan hari ini
Peringatan St. Yoakim dan St. Anna, orang tua Santa Perawan Maria
Matius 13:16-17
“Berbahagialah matamu karena telah melihat, berbahagialah telingamu karena telah mendengar?”
Yesus menyebut para murid sebagai orang yang berbahagia. Kebahagiaan mereka bukan karena memiliki kekuasaan atau kekayaan, melainkan karena mereka telah melihat dan mendengar apa yang paling ingin dilihat dan didengarkan oleh para nabi dan orang-orang benar. “Emangnya yang dilihat dan didengar oleh para murid itu apa sich?”, mungkin itu pertanyaan yang terlintas di pikiran kita. Tidak lain yang dilihat dan didengar adalah rahasia keselamatan Allah. Dan berbicara tentang rahasi keselamatan Allah tidak lain berbicara tentang Yesus sendiri. Dia adalah kepenuhan dari rahasia dan rencana keselamatan Allah itu. Lantas, melihat dan mendengarkan Yesus adalah suatu kebahagiaan istimewa. Mengalami kehadiran-Nya adalah kegembiraan yang tiada bandingnya. Kebahagian seperti inilah yang dialami oleh Simeon saat berjumpa dengan bayi Yesus. Kebahagiaan yang sama ini juga dialami oleh para murid Yesus.
Kita adalah orang-orang yang berbahagia. Kita bahagia karena menerima dan mengalami Yesus di dalam hidup kita. Sekali lagi, Yesus yang memberi kebahagiaan kepada kita dan bukan yang lain! Kita perlu sadar bahwa kekuasaan dan kekayaan, harga diri dan pengakuan dari orang lain atau apa saja yang membuat kita nyaman tidak selalu menjadikan kita sebagai orang yang berbahagia. Untuk itu, jika ingin mengalami kebahagiaan sejati, belajarlah menjadi seorang murid yang setia mendengarkan dan melihat Yesus yang senantiasa hadir di dalam hidup keseharian Anda. Proficiat karena Anda adalah orang yang berbahagia di dalam Yesus! (Rm. Bastian, CM)




