Saturday, September 20th, 2014

[RENUNGAN] Jum’at 23 Juli 2010

0

Mat 13:18-23

Hasil panen Bpk. Karto mulai menurun. Dia sangat kecewa. Akhirnya tahun lalu dia memutuskan untuk tidak menanam padi di sawahnya. Alasannya, tanah sudah tidak sehat lagi. Selama tidak menanam apa-apa, dia menggemburkan tanah dan memberinya pupuk organik. Akhirnya tahun ini, hasil panennya sungguh luar biasa! Betapa kondisi tanah sangat menentukan bagi benih tanaman.

****

Allah menaburkan firman di dalam diri semua orang tanpa membeda-bedakan. Allah memberi kesempatan yang sama bagi siapa pun untuk menjadi lahan subur bagi Sabda-Nya. Seperti halnya benih tanaman yang ditaburkan oleh seorang petani akan bertumbuh subur dan berbuah banyak manakala tanahnya subur, demikian juga benih sabda Allah akan bertumbuh dan berbuah sesuai dengan HATI dari orang yang menerimanya. HATI adalah ibarat tanah di mana Allah menaburkan Sabda-Nya. Betapa hati itu penting bagi manusia karena hati itu adalah tempat atau instansi di mana manusia mengambil sikap dan keputusan terhadap apa pun di dalam hidupnya.

Kondisi hati manusia diibaratkan oleh Yesus seperti tanah di mana benih yang ditaburkan itu jatuh. Ada hati yang sama sekali tidak peduli dan tidak mau repot dengan kebaikan yang ditaburkan oleh Allah dalam dirinya. “Peduli amat dengan Tuhan. Ntar klo dah sampai ajal, aku akan datang kepada Tuhan. Sekarang, saatnya untuk hidup seturut keinginanku”, itulah ungkapan hati yang tidak peduli dengan Allah. Ada juga hati yang berbatu-batu. Kalau lagi senang, punya rejeki dan merasa diberkati oleh Tuhan, wow diminta menceritakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya tidak akan ada habisnya. Tapi sayang sekali, itu hanya tahan sebentar saja. Kedekatan dengan Tuhan itu seperti ganti baju doang, klo lagi senang dengan baju yang lain, meninggalkan baju yang lama. Ada juga hati yang dipenuhi semak duri. Sebenarnya hati seperti ini juga subur, tetapi tidak kokoh dengan aneka himpitan kekuatiran dan kekayaan dunia. Rupanya hati ini tidak yakin dengan janji Allah. Hati ini lebih digelisahkan oleh apa yang terjadi di dalam hidupnya dan dunia sekitarnya. “Jadi orang Katolik kok susah ya! Karir tidak pernah menanjak! Mau buka usaha dipersulit oleh banyak pihak! Mending aja, identitas Katolik ditinggalkan agar karir menanjak.” Singkatnya, hati yang dipenuh semak duri ini tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap apa yang diimani! Nah, ada hati yang terbuka dan mau berproses. Orang yang memiliki hati seperti ini mau terbuka terhadap Allah dan karya-Nya. Dia mau dibentuk oleh Allah. Dalam proses pembentukan oleh Allah tidak selalu enak. Kadang-kadang menyakitkan dan tampaknya tidak ada harapan. Godaan-godaan yang dialami oleh jenis kondisi hati yang lain juga dialami. Tetapi, dia tetap belajar untuk dibentuk dan berpasrah. Hati seperti inilah yang menghasilkan buah yang berkelimpahan.

Seorang Kristiani adalah seorang murid yang memiliki hati yang terbuka dan mau berproses terhadap apa yang dikerjakan Allah di dalam hidupnya. Tanpa kita membuka hati dan mau dibentuk oleh Allah, karya indah yang sudah direncanakan oleh Allah di dalam hidup kita toh juga tidak akan mengubah hidup kita. Dalam mengerjakan karya keselamatan-Nya, Allah membutuhkan usaha dari kita. Maka hari ini, Tuhan mengingatkan bahwa jika hidup kita sebagai seorang kristiani mau berbuah dengan berlimpah, maka kita perlu membuka diri terhadap-Nya, mau dibentuk oleh-Nya dan memiliki komitmen yang kuat terhadap-Nya. Apakah Anda mau? (Rm. Bastian, CM)


About the author

Rm. Bastian, CM Rm. Sebastianus W. Bu'ulölö, CM biasa dipanggil Rm. Bastian. Imam Kongregasi Misi (CM). Dlahirkan di Teluk Dalam - Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Formator untuk calon imam di Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo - Keuskupan Surabaya yang terletak di Garum - Blitar, Jawa Timur. Pemilik blog http://diamsejenak.com. Untuk hal lain, kontak via E-mail: bastiancm@diamsejenak.com; Twitter: @diamsejenak; Facebook: http://www.facebook.com/Romo.Sebastian.CM


Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!