[RENUNGAN] Jumat, 29 Januari 2010
Markus 4:26-34
Ketika menjalani tahun pastoral kategorial (persiapan kaul kekal dalam Kongregasi Misi) di rumah retret, saya berhadapan dengan situasi diri yang umum dialami oleh setiap orang. Selama tiga hari, kami mendampingi retret untuk satu gelombong, dan sesudah selesai langsung disusul oleh gelombang retret yang lain. Setelah mendampingi retret berbulan-bulan, timbul keinginan besar dalam diri saya untuk melihat hasil pendampingan terhadap mereka yang saya layani. Tetapi hal itu tidak bisa terpenuhi karena setiap selesai retret, saya tidak berjumpa lagi dengan peserta retret. Karena tidak bisa melihat hasil, terkadang saya menjadi kurang semangat. Itulah yang dialami jika hanya berorientasi pada hasil, dan tidak menyerahkannya pada karya Tuhan.
****
Kerajaan Allah bertumbuh dan berkembang dari sesutu yang kecil tetapi secara perlahan menjadi besar. Pertumbuhan dan perkembangannya seperti biji sesawi yang ditaburkan. Tampaknya biji itu sangat kecil dan tidak berarti jika disejajarkan dengan tanaman yang lain. Tetapi, ketika semakin bertumbuh dan berkembang, biji itu menjadi tanaman yang rimbun. Tidak hanya itu, tetapi ia memberikan kehidupan bagi banyak orang dan juga burung-burung untuk bersarang. Apa peranan penabur? Tidak lain adalah menaburkan dan memeliharanya dengan baik. Soal hasil bukan berada di tangannya, melainkan di tangan Dia yang memberikan pertumbuhan.
Tuhan Yesus mempercayakan kepada kita Kerajaan Allah untuk ditaburkan di dunia ini. Bila mana kita menjadi seorang penabur “benih” atau “biji’ Kerajaan Allah? Jika kita sepakat dengan apa yang diimani oleh St. Paulus ini: “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka cita dalam Roh Kudus” (Rm 14:17), maka kita akan menghadirkan Kerajaan Allah jika hidup kita dihiasi oleh kebenaran, damai dan suka cita. Tidak hanya hidup kita, tetapi orang lain pun mengalami hal yang sama oleh kehadiran kita. Dalam hal ini Tuhan tidak menuntut hasil yang besar dari kita. Tuhan hanya meminta kita untuk menabur atau menanam. Dia sendiri yang akan memberikan hasil.
Maka, jika kita sudah bekerja menghadirkan Kerajaan Allah, tetapi tidak ada hasilnya dan apalagi tidak ditanggapi oleh orang lain, kita tidak perlu kecewa. Sekecil apa pun yang kita taburkan akan diberkati oleh Tuhan menjadi sesuatu yang indah dan berharga bagi hidup orang lain. Tidak sekarang, tetapi di masa yang akan datang. Bahkan hasil itu baru tampak ketika kita sudah berada di sisi Tuhan. Janganlah berhenti menaburkan Kerajaan Allah dalam hidupmu! Tuhan memberkati usaha Anda! (rm, bastian-wawan, cm)


