Wednesday, October 22nd, 2014

[RENUNGAN] Jumat, 5 September 2008

0

Bacaan: Lukas 5:33-39

Budi merasa tidak begitu nyaman ketika menghadiri sebuah pesta. Sebelum mengikuti pesta, temannya berpesan: “Bud… kita akan mengikuti pesta ala Eropa. Karena itu kamu harus tahu bagaimana cara makan dan urutannya.” Pesan itu begitu melekat dalam pikiran Budi. Semakin dia memikirkan pesan itu, semakin dia tidak menikmati perjamuan. Budi rupanya terjebak dalam aturan dan kehilangan arti sebuah perjamuan pada malam itu.

Yesus berhadapan dengan orang-orang farisi yang jatuh pada aturan keagamaan semata. Agama Yahudi mengatur aturan puasa dan doa bagi umatnya agar mereka semakin dekat dengan Tuhan. Tetapi mereka yang tidak melihat semangat dari puasa dan doa akan mengecam orang-orang yang tidak melakukannya. Maka tidak heran kalau orang-orang Farisi mempertanyakan mengapa para murid Yesus tidak berpuasa – “”Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum” (ayat 33)http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif. Yesus membela para murid. Apakah ini mau mengatakan bahwa Yesus menolak puasa dan doa? Tidak! Yesus sama sekali tidak menolak puasa dan doa. Bagi Yesus, mendengarkan Dia, hidup dekat dengan Dia dan menerima-Nya dalam hidup adalah yang terpenting bagi para murid. Para murid tidak perlu jatuh dalam aktivitas rohani semu di mana itu dihayati tidak dengan motivasi bertumbuh di dalam Allah tetapi hanya demi aturan.

Kita pun seringkali jatuh pada aktivitas rohani semu. Kita berdoa, berdoa dan berdoa hanya karena merasa itu adalah kewajiban sebagai orang beriman. Kita datang ke gereja karena teman-teman kita datang ke Gereja. Ada banyak lagi tindakan rohani yang kita lakukan tidak lahir dari kerinduan kita untuk dekat dengan Tuhan. Hari ini Yesus meminta kita untuk lebih mengutamakan relasi cinta dan kerinduan untuk bertumbuh di dalam Dia manakala kita melakukan aneka aktivitas rohani. (fr. bastian-wawan, cm)


About the author

Rm. Bastian, CM Rm. Sebastianus W. Bu'ulölö, CM biasa dipanggil Rm. Bastian. Imam Kongregasi Misi (CM). Dlahirkan di Teluk Dalam - Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Formator untuk calon imam di Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo - Keuskupan Surabaya yang terletak di Garum - Blitar, Jawa Timur. Pemilik blog http://diamsejenak.com. Untuk hal lain, kontak via E-mail: bastiancm@diamsejenak.com; Twitter: @diamsejenak; Facebook: http://www.facebook.com/Romo.Sebastian.CM


Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!