Sunday, May 20th, 2012

[RENUNGAN] Kamis, 13 November 2008

1

Bacaan: Luk 17:20-25

 Aneka situasi hidup kita di zaman modern secara tidak sadar telah mengkondisikan kita untuk tidak akrab dengan diri kita yang paling dalam. Kita tidak sungguh berakar pada diri kita sendiri. Kita merasa asing dengan diri kita sendiri. Karena merasa asing dengan diri sendiri, lantas kita bingung mencari diri kita sendiri di luar diri kita. Wujudnya, kita meletakkan diri kita pada barang-barang; kita mudah terbuai dengan aneka tawaran menarik; singkatnya, kita sibuk dengan mencari pengakuan mengenai siapa kita. Apa yang seharusnya kita lakukan?

 

Orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus mengenai kapan Kerajaan Allah itu datang. Yesus tidak memberikan gambaran kedatangan Kerajaan Allah itu secara jelas seperti yang diharapkan oleh orang farisi. Kedatangan Kerajaan Allah, bagi Yesus, tidak disertai dengan tanda-tanda lahiriah yang bisa menjadi petunjuk bagi siapa saja. “Kerajaan Allah sesungguhnya ada di antara kamu”, kata Yesus kepada orang Farisi (ayat 21). Apa artinya?

 

Kerajaan Allah hendaknya tidak dipahami seperti kerajaan-kerajaan dalam pengertian manusiawi. Kerajaan Allah lebih sebagai keadaan di mana Allah memerintah. Sesungguhnya, Allah hadir dalam diri kita! Ketika kita membiarkan Allah merajai diri kita, maka Kerajaan Allah hadir di dalam hati kita. Ketika kita membiarkan Allah merajai keluarga kita, Kerajaan Allah hadir di dalam keluarga kita. Lantas, Kerajaan Allah bukan hanya perkara akhir jaman, tetapi perkara saat ini dan di sini. Artinya, jika kita hidup saat ini dan sini seturut kehendak Allah, maka “Kerajaan Allah sesungguhnya ada di antara kita!”

 

Kita hanya mungkin sungguh mengenal kehadiran Kerajaan Allah dalam diri kita, manakala kita akrab dengan diri kita sendiri. Kita perlu kembali ke dalam diri kita yang paling dalam. Inti terdalam dari diri kita adalah Allah sungguh hadir dan bersemayam di dalam hati kita. Maka, kita perlu kembali ke rumah kita yang sejati di mana Allah berdiam dan menunggu kita agar kita tidak akan terombang-ambing dengan aneka nilai-nilai dan kebenaran-kebenaran lain yang ingin menarik kita dari Allah! (fr. bastian-wawan, cm)


About Rm. Sebastianus W

Rm. Bastian, CM Rm. Sebastianus W. Bu'ulölö, CM biasa dipanggil Rm. Bastian. Imam Kongregasi Misi (CM). Dlahirkan di Teluk Dalam - Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Formator untuk calon imam di Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo - Keuskupan Surabaya yang terletak di Garum - Blitar, Jawa Timur. Pemilik blog http://diamsejenak.com. Untuk hal lain, kontak via E-mail: bastiancm@diamsejenak.com; Twitter: @diamsejenak; Facebook: http://www.facebook.com/Romo.Sebastian.CM


Comments

One Response to “[RENUNGAN] Kamis, 13 November 2008”
  1. rangga says:

    thx thx thx renungan 4 my birthday^^ menjawab lagi pergumulan aku…
    GBU

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!