[RENUNGAN] Kamis, 23 Februari 2012
Bacaan: Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25
Renungan:
Musa menasehati bangsanya: “Pilihlah kehidupan, supaya engkau tidak mati, baik engkau maupun keturunanmu, yaitu dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya.” Musa menyampaikan nasihat ini karena melihat akan godaan besar yang akan dialami oleh bangsa Israel ketika hidup di tengah bangsa lain. Hidup di tengah bangsa lain atau hidup di perantauan tidak hanya diwarnai keberuntungan, tetapi kegagalan dan aneka kesulitan hidup. Berhadapan dengan kegagalan dan aneka kesulitan hidup, bangsa Israel akan memilih untuk tidak mengasihi dan mengimani Yahwe, Allah yang telah menyelematkan mereka! Jika bangsa Israel ingin hidup, mereka harus tetap setia.
Ketidaksetiaan terhadap Allah kerapkali lahir dari egoisme yang mengakar di dalam diri kita. Egoisme mendorong kita untuk hanya berpusat pada diri sendiri. Allah tidak lagi menjadi poros hidup kita! Kita menginginkan apa yang menyenangkan! Karena itu, Yesus meminta para murid-Nya untuk belajar setia memanggul salibnya sendiri setiap hari. Para murid tidak lagi berpusat hanya pada diri sendiri! TETAPI, orientasi hidup mereka hendaknya terarah hanya kepada Allah.
DALAM MASA PRAPASKAH, Tuhan mengundang kita untuk memilih kehidupan yang ditawarkan-Nya. Dan tidak ada cara lain untuk memperoleh hidup itu selain mengasihi dan memusatkan hidup kita kepada Allah. Karena itu, dalam masa prapaskah ini kita hendaknya serius mengolah diri dan hidup kita di hadapan Tuhan. (Rm. Bastian, CM)


