Saturday, August 23rd, 2014

[RENUNGAN] Rabu, 29 Februari 2012

0

Bacaan: Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4,12-13,18-19; Luk. 11:29-32

Renungan:

 

Seorang Ibu tampak tidak energik lagi. Kesehatan tubuhnya lambat-laun menjadi menurun. Dia tidak tampak seperti tahun-tahun sebelumnya. Perubahan ini terjadi setelah putranya memilih cara hidup yang kurang baik. Setiap hari Ibu ini sudah menasehati, tetapi anaknya tidak pernah mau mendengarkan. Betapa ibu ini kecewa melihat hidup anaknya!

Seperti Ibu yang kecewa terhadap cara hidup anaknya, Allah pun sungguh marah dan kecewa terhadap cara hidup bangsa Niniwe. Kemarahan dan kekecewaan Allah ini tidak terjadi tanpa sebab atau pun mendadak. Allah melihat hidup bangsa Niniwe jauh dari apa yang dikehendaki-Nya. Allah pasti sudah mengingatkan mereka dengan cara-Nya sendiri, tetapi tidak satu pun yang mau mendengarkan. Tidak ada yang mau berubah. Tidak ada pilihan lain bagi Allah selain menghukum mereka. Tetapi, sebelum menjatuhkan hukuman, Dia mengutus Yunus untuk menyampikan seruan pertobatan dan hukuman yang dijatuhkan Allah manakala mereka menolak untuk bertobat. Mendengar pewartaan Yunus, bangsa Niniwe sungguh menyesal dan menunjukkan tindakan pertobatan yang total. Melihat itu, Allah mengasihani mereka. Allah tidak menghukum mereka.

Hidup kita tidak lebih baik dari hidup bangsa Niniwe. Kita juga memiliki sejarah kelam dalam hidup kita. Hidup kita seringkali jauh dari harapan Allah. Kita hidup sekehendak hati kita: menikmati kesenangan duniawi, tidak pernah mau datang ke gereja, menyengsarakan hidup keluarga atau orang lain, dan lain sebagainya. Allah menghendaki kita untuk bertobat. Dia meminta kita untuk mem-BARU-i cara hidup kita. Untuk itu, kita hendaknya memilih menjadi seperti orang Niniwe yang berbalik dari tingkah-lakunya dan menanggapi belaskasih Allah. Dan jangan menjadi seperti orang Isreal yang menuntut tanda dari Yesus sebagai syarat untuk menerima pewartaan-Nya. Jika hati kita masih keras dan tertutup terhadap-Nya, Allah akan marah dan kecewa terhadap kita! (Rm. Bastian, CM)


About the author

Rm. Bastian, CM Rm. Sebastianus W. Bu'ulölö, CM biasa dipanggil Rm. Bastian. Imam Kongregasi Misi (CM). Dlahirkan di Teluk Dalam - Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Formator untuk calon imam di Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo - Keuskupan Surabaya yang terletak di Garum - Blitar, Jawa Timur. Pemilik blog http://diamsejenak.com. Untuk hal lain, kontak via E-mail: bastiancm@diamsejenak.com; Twitter: @diamsejenak; Facebook: http://www.facebook.com/Romo.Sebastian.CM


Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!