[RENUNGAN] Rabu, 3 Februari 2010
2Sam. 24:2.9-17; Mzm. 32:1-2,5,6,7; Mrk. 6:1-6
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
MENYAKSIKAN DAN MENGERTI
Ada tiang listrik roboh menimpa sebuah rumah. Dari sana muncul banyak penafsiran seperti berikut: Wah tiang listrik kuno masih dipakai saja. Terimakasih Tuhan, lima anggota keluarganya tak cedera oleh listrik tegangan tinggi. Dasar orang bodoh, dah tahu ada tiang listrik kok dibangun rumah. Dan aneka penafsiran lain. Tak semua saksi mata bisa belajar dari pengalaman yang dilihatnya. Para tetangga Yesus di Kapernaum menyaksikan aneka tanda yang mengherankan yang dilakukan Yesus, namun mereka tidak memahami sesuatu yang lebih besar, karena hati mereka terbelenggu oleh pengenalan mereka sebagai tetangga. Namun Yesus tak berhenti berkarya karena ada sekian banyak orang sederhana yang hatnya terbuka dan cepat menangkap karya keselamatannya. Terbukakah hati anda pada aneka pengajaran Yesus, atau masih dipenuhi apriori. Anda yang menentukan jalan firman. (rm, suparno, cm)


