[RENUNGAN] Rabu, 30 Juni 2010
Matius 8:28-34
Setan itu menghancurkan! Setan itu memisahkan orang dari sesama dan Tuhan. Bagaimana kita mengetahui hal ini? Dalam kisahnya, Penginjil Matius menceriterakan kalau Yesus berjumpa dengan dua orang yang kerasukan setan di daerah Gadara, seberang danau Genesaret. Hidup kedua orang yang kerasukan ini sangat asosial. Mereka sangat membahayakan hidup orang lain. Itulah sebabnya mengapa semua orang menghindari mereka! Betapa malangnya hidup mereka! Mereka tidak bisa menikmati indahnya hidup bersama. Mereka menjadi orang yang sungguh terasing! Tetapi lebih dari ini, kekuatan manipulatif yang “dimainkan” oleh si jahat membuat keduanya mengenal Yesus bukan Anak Allah yang menyelamatkan, tetapi Anak Allah yang menghancurkan. Dengan kata lain, kekuatan jahat tidak akan pernah membawa orang pada pengenalan yang benar tentang Yesus, Anak Allah, yang menyelamatkan!
TETAPI, Yesus itu membebaskan kita! Yesus itu memulihkan kita! Yesus itu mengutuhkan kita! Inilah yang dialami oleh kedua orang yang kerasukan setan. Yesus menghancurkan kekuataan jahat yang membuat mereka menjadi orang yang terasing dan yang tidak mampu mengenal Allah. Segala perubahan yang mereka alami semata-mata karena kuasa kasih Yesus sendiri. Tanpa Yesus, mereka tetap menjadi orang yang terpenjara, sendirian dan hidup dalam kegelapan tanpa mengenal Tuhan.
Melalui kisah penyembuhan Yesus atas dua orang yang kerasukan setan, penginjil Matius hendak membawa kita pada sebuah kesadaran iman akan KUASA YESUS atas pengaruh roh jahat dalam hidup kita. Pengaruh roh jahat yang menghancurkan hidup kedua orang yang diselamatkan oleh Yesus pada hari ini masih tetap bekerja. Roh jahat itu seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Namun, dewasa ini pengaruh roh jahat tidak menampilkan diri lagi sebagai singa yang mengancam, tetapi sebagai domba yang menarik hati. Dia tampil dalam gagasan kebebasan individu yang sebebas-bebasnya. Dia bisa bersembunyi dalam “pakaian” pembelaan kemanusiaan. Dan masih banyak tempat yang menyenangkan dan menggiurkan bagi kita untuk disusupi oleh kekuatan roh jahat. Untuk itu kita perlu menyadari pengaruh roh jahat dalam hidup kita dewasa ini. Jangan pernah kita berhenti memohon pada Yesus agar Dia membebaskan kita dari kuasa jahat! Kita memohon kepada-Nya agar tetap menjadikan kita sebagai pribadi utuh, merdeka dan penuh kerinduan untuk bersama dengan Allah dan umat-Nya. (Rm. Bastian, CM)


