[RENUNGAN] Sabtu, 19 Juni 2010
Matius 6:24-34
Ada seseorang yang selama bertahun-tahun megelandang sulit untuk hidup percaya dan pasrah. Ketika menggelandang, dia sungguh mengalami bagaimana sulitnya hidup ini. Dia sulit mencari kebutuhan sehar-hari. Semuanya tergantung pada belas kasih orang lain. Nah, ketika tidak lagi menggelandang, dia tetap menyimpan kekuatiran akan hidupnya walaupun ada orang lain yang sudah memberi jaminan akan kehidupan kesehariannya. Betapa kita juga sering kuatir akan hidup kita hingga kita tidak bisa menikmati keseimbangan hidup sebagai pribadi yang manusiawi dan rohani!
Yesus meminta para muridnya untuk pertama-tama mengarahkan hidup mereka kepada Allah. Para murid harus setia kepada-Nya. Dalam diri para murid tidak ada yang lebih istimewa selain Allah sendiri. Agar bisa setia kepada Allah, para murid hendaknya menaruh kepercayaan yang besar bahwa Allah akan menyelenggarakan hidup mereka. Allah akan menyediakan apa yang mereka butuhkan. Mereka harus percaya bahwa sebagaimana Allah mengerjakan kebaikan bagi makhluk hidup yang lain, demikian juga Allah akan lebih memberikan yang terbaik bagi mereka yang mengasihi-Nya. Jika tidak ada kepercayaan dan yang ada hanya kekuatiran, maka iman akan Allah akan menjadi nomer dua setelah urusan perut.
“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Itulah pesan Yesus kepada kita hari ini. Tetapi pesan ini tidak mudah untuk dihayati. Kita bergumul di antara kebutuhan perut dan kebutuhan rohani. Tidak jarang kita menghabiskan hari-hari hidup kita hanya pada pekerjaan. Ini tidak salah! Tetapi ini menjadi tidak sehat, ketika kita mendewakan pekerjaan itu! Menjadi sesuatu yang naif ketika kita menempatkan perut sebagai prioritas utama sementara kita mengabaikan aspek rohani dari hidup kita. Bahkan lebih gilanya, kita menjual iman kita demi perut kita! Sebagai orang kristiani, kita hendaknya jangan terlalu kuatir dengan banyak hal! Mari kita belajar percaya dan sekaligus memasrahkan hidup kita kepada Allah yang menyelenggarakan hidup ini. (Rm. Bastian, CM)


