Sunday, February 5th, 2012

[RENUNGAN] Selasa, 13 Juli 2010

0

Mat 11:20-24

Ketika mengunjungi umat saat pelaksanaan Misi Umat Vinsensian minggu yang lalu di Jakarta, ada seorang umat yang mengungkapkan keprihatinannya akan hidup sahabatnya. Sahabatnya yang dulunya dia kenal adalah seorang yang baik dan rajin ke Gereja. Paling tidak itulah kesan yang dialaminya selama berada di kampung halaman. Mengherankan sekali ketika berada di Jakarta dengan segala tantangan hidup, sahabatnya mengalami perubahan yang sangat drastis. Hidupnya menjadi tidak baik. Bahkan dia memilih meninggalkan iman Katolik hanya karena alasan ekonomi. “Saya sungguh sedih dan kecewa. Tapi itulah tantangan yang kami hadapi sebagai seorang Katolik di tengah-tengah kota besar! Kesetiaan kami kepada Tuhan selalu berada dalam ancaman! Saya berharap sahabat saya mengalami pertobatan”, kata umat tersebut. Kesetiaan kita pun juga berada dalam ancaman. Tetapi, Apa yang dikehendaki Tuhan bagi kita?

Yesus mengecam beberapa kota yang penduduknya hidup sekena kehendaknya. Kecaman Yesus punya alasan. Apa? Kota Betsaida dan Kapernaum menjadi wilayah pelayanan-Nya. Dalam pelayanan-Nya di kedua kota ini, Yesus banyak melakukan mukjizat. Mukjizat demi mukjizat yang dilakukan oleh Yesus bukan untuk pamer, melainkan sebuah ajakan untuk bertobat! Nah, penduduk kedua kota ini sama sekali tidak mampu menangkap pesan pertobatan yang ada di balik setiap tindakan dan ucapan Yesus selama pelayanan-Nya. Mengapa? Tidak lain karena mereka hidup menurut keinginan diri mereka sendiri. Mereka menutup hati pada kehendak Tuhan. Mereka merasa diri sebagai orang benar dan tidak membutuhkan pertobatan. Mereka lebih memilih hidup arus zaman yang menawarkan aneka kenikmatan.

TETAPI, Yesus menegaskan bahwa kehidupan orang yang jauh dari kehendak Tuhan akan mengalami kehancuran. Mereka akan dihukum oleh Tuhan. Hukuman yang akan mereka terima adalah hukuman yang jauh lebih berat dari hukuman yang akan diterima oleh mereka yang tidak mengenal Allah. Agar tidak mengalami hidup yang sia-sia dan hukuman yang berat, Yesus menyerukan kepada semua orang untuk bertobat dan berbalik kepada Allah.

Dalam hidup sehari-hari, kita melihat dan mengalami karya besar Allah dalam hidup kita seperti yang dilihat oleh penduduk kota Betsaida dan Kapernaum. Kita diberi kesempatan untuk hidup. Dalam keadaan sulit, kita mengalami pertolangan Tuhan melalui orang lain. Kita diberi keluarga dan sahabat yang baik. Kita memiliki pekerjaan dan aneka rejeki yang kita perlukan dalam hidup kita. Tetapi, sementara kita melihat dan mengalami semua karya Tuhan itu, seringkali hati kita tetap tumpul. Kita hidup menurut kehendak kita sendiri. Hidup kita jauh dari kehendak dan harapan Tuhan. Lantas,  hari ini Yesus mengecam hidup kita yang tidak baik. Dia meminta kita untuk bertobat! Pertanyaan yang perlu kita renungkan sepanjang hari ini adalah: “Apa yang dikecam Tuhan dari hidupku selama ini?” (Rm. Bastian, CM)

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!