[RENUNGAN] Selasa, 16 Maret 2010
Yoh. 5:1-16
Yesus masih terus membuat mukjizat bagi banyak orang. Yesus melakukannya karena ingin agar semakin banyak orang yang terbuka hatinya dan percaya. Tapi masih saja ada orang yang tidak percaya, bahkan ingin menjatuhkan Yesus di hadapan banyak orang. Bahkan orang-orang Yahudi mencari-cari kesalahan Yesus dengan mengatakan bahwa hari Sabat bukanlah saatnya orang bekerja.
Dalam hidup harian, sering kali kita terlalu kaku dengan peraturan-peraturan yang kita buat. Bahkan kita lebih tunduk pada peraturan daripada pada kesadaran dan hati nurani. Misalnya saja di sekolah, guru-guru lebih patuh pada animo (alat presensi) daripada dengan kesadaran bahwa datang ke sekolah untuk mengajar semestinya tepat waktu dan pulang juga tepat waktu sesuai dengan kesepakatan. Animo dibeli karena orang tidak lagi mengindahkan masukan-masukan dari sesamanya, atau bahkan tidak lagi memiliki kesadaran yang dibangun dari dalam dirinya.
Pengalaman di atas jelas mau mengatakan bahwa adakalanya kita mudah diperbudak oleh peraturan dan benda mati dibandingkan dengan menumbuhkan kesadaran untuk melayani sesamaku. Belajarlah untuk lebih menghargai sesama kita dibandingkan dengan peraturan-peraturan yang mati dan kaku. (mirifica.net)
e


