[RENUNGAN] Selasa, 2 Februari 2010
PESTA YESUS DIPERSEMBAHKAN DI KENISAH
Luk. 2:22-40 (Luk. 2:22-32)
Betapa indahnya karya Tuhan. Sebuah rahasia disingkapkan bagi kita. Simeon yang sehari-hari hidup dalam Roh, yang merindukan saat penyelamatan, yang dekat, terbuka dan terfokus pada Tuhan, pastilah menjadi sangat peka, sangat terbuka terhadap pewahyuan Allah, terhadap bisikan dan tanda-tanda kehadiran Allah. Simeon dengan cepat menangkap dan membaca karya besar Tuhan yang sedang digenapi.
Simeon pun dipakai Tuhan untuk menyampaikan kehendakNya, melalui ucapan doa, ungkapan hati, tentang Maria dan anak itu. Betapa jernihnya hati Simeon, betapa terangnya mata iman Simeon. Betapa tepatnya Allah menggunakan dia menjadi pengungkap dan pewahyu karya dan kehendakNya.
Simeon tidak menyebutkan pengalaman ini sebuah ‘kebetulan’; ini sebuah ‘penyelenggaraan ilahi’, sesuatu yang dikerjakan Allah sendiri. Janganlah karena kurangnya iman kita maka kehadiran Allah dan pewahyuanNya menjadi terhambat, terlambat dan tersumbat!.( Mutiara Iman 2010/mirifica.net)



Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah oleh Maria dan Joseph mengingatkan peristiwa penting dalam hidup ini. Kehadiran Yesus adalah berkat dari Allah, dan berkat yang diterima itu dipersembahkan kepada Allah. Hidup kita juga adalah berkat gratis yang kita terima dari Allah, dan berkat itu mendorong kita untuk selalu mempersembahkan hidup kita kepada Allah. Persembahan diri dalam bentuk pelayanan membuat kita mampu membawa terang kepada banyak orang. do simple things with great love. INilah terang yang dapat kita bawah sebagai tugas perutusan kita murid-murid Kristus di dunia saat ini. Mungkin….you can keep smiling to those who aroud you.
Penyelenggara ilahi yg besar dr Tuhan hny bisa ditangkap n dimengerti oleh orng yg mempunyai kesederhanaan hati, tp pny iman yg besar. krn itu rela lah melakukan hal” sederhana n kecil namun dng cinta yg besar.