[RENUNGAN] Selasa, 24 Januari 2012
Pw. St. Fransiskus dari Sales
Bacaan: 2Sam. 6:12b-15,17-19; Mzm. 24:7,8,9,10; Mrk. 3:31-35
Renungan:
“Tidak ada seorang pun dari kita yang bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain.” Ungkapan ini sering kita dengarkan! Ungkapan ini mau mengungkapkan betapa RELASI itu adalah sesuatu yang amat penting dalam hidup kita. Relasi awal yang kita alami sejenak lahir di dunia ini adalah relasi keluarga. Orangtua, saudara-saudarai, dan keluarga besar lainnya selalu yang menjadi yang pertama hadir di dalam hidup kita. Nah, ada sebuah keharusan dari kita untuk tetap membangun relasi yang sudah kita terima ini.
NAMUN, di dalam injil hari ini, Yesus memaknai secara baru relasi orang-orang beriman. Relasi orang beriman tidak lagi hanya difondasikan pada relasi hubungan darah, tetapi dalam ketaatan untuk melakukan kehendak Allah. Yesus menegaskan hal ini: “Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?…. Inilah ibu-Ku dan saudara-sadaura-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!” Kita, keluarga atau komunitas kristiani, adalah keluarga Yesus. Keputusan kita untuk menerima-Nya dengan memberi diri dibaptis telah menjadikan kita bagian dari keluarga Yesus. Tetapi, kita perlu menghidupi baptisan kita. Kita perlu mencari dan malukan kehendak Allah di dalam hidup, keluarga atau komunitas kita. Dengan kata lain, kita hendaknya terus menerus membangun relasi yang mendalam dengan Allah. Membangun relasi yang mendalam dengan Tuhan untuk menggapai kesempurnaan hidup adalah pesan rohani yang disampaikan dan dihidupi oleh St. Fransiskus dari Sales yang pestanya kita peringati hari ini.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk mencari dan melakukan kehendak-Mu agar aku menggapai kesempurnaan hidup yang Engkau tawarkan kepada umat-Mu! Amin (Rm. Bastian, CM)


