Sunday, February 5th, 2012

[RENUNGAN] Senin, 19 Juli 2010

0

Mat 12:38-42

Mata seorang anak kecil akan terbelalak ketika melihat seorang pesulap bisa melakukan hal-hal yang ajaib”. Dia akan merasa kagum. Tetapi,  apakah anak kecil itu akan percaya begitu saja dengan pesulap atau mau mengikuti ajakan pesulap untuk jalan-jalan ke suatu tempat. Mungkin saja jawabanya: TIDAK! Mengapa? Karena bagi anak kecil itu, pesulap yang baru saja dikenalnya adalah orang asing. Dia tidak mengenal dan lantas tidak mau percaya begitu saja dengan pesulap. Rupanya tanda hebat yang dibuat oleh pesulap tidak dengan sendirinya membangun kepercayaan anak kecil itu dengan dirinya. Untuk membangun kepercayaan tidak cukup dengan tanda, tetapi HATI. Hati mau mengatakan adanya relasi yang dekat dan keterbukaan!

Yesus menolak permintaan orang farisi dan ahli taurat untuk mengadakan sebuah tanda. Mengapa? Karena mereka tidak menaruh HATI kepada Yesus. Mereka sama sekali tidak punya keinginan untuk mengenal kebenaran sejati yang sedang dihadirkan oleh Yesus. Mereka sibuk mempertanyakan dan memperdebatkan apa yang sedang dikerjakan oleh Yesus. Tetapi, mereka gagal membuka HATI untuk menyelami kebenaran sejati yang dihadirkan oleh Yesus kepada mereka. Mereka sama sekali tidak mau belajar untuk PERCAYA! Oleh karena itu, Yesus tahu bahwa tanda apa pun yang dibuat-Nya tidak akan mengubah hati mereka yang sangat tertutup, angkuh dan merasa diri sebagai orang yang tahu segalanya. Betapa kesombongan telah menutup mata mereka untuk melihat pesan-pesan ilahi di balik setiap kata dan perbuatan Yesus.

Kita perlu belajar beriman kepada Yesus. Belajar beriman tidak lain adalah belajar untuk percaya dan berpasrah kepada-Nya. Tetapi, belajar beriman tidak semudah yang kita bayangkan. Kita selalu berada dalam godaan untuk menguji Dia. Terkadang kita tawar-menawar dengan Dia dengan berkata: “Tuhan, kalau doa saya dikabulkan maka saya akan rajin berdoa dan pergi ke Gereja”, “Tuhan kalau saya mendapatkan pekerjaan, maka saya akan melayani orang lain.” Iman kita kepada Tuhan penuh dengan syarat. Iman seperti itu bukanlah iman sejati. Iman sejati adalah seperti iman bunda Maria: “Terjadilah pada-ku menurut perkataanmu.” Buka hati untuk belajar percaya dan Anda akan melihat rahasia besar di balik apa yang dikerjakan Tuhan di dalam hidupmu! (Rm. Bastian, CM)

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!