[RENUNGAN] Senin, 22 Maret 2010

March 22, 2010 by Rm. Bastian, CM  
Filed under renungan hari ini

Yohanes 8: 12-20

“Saudara-saudaraku seiman. Saya ingin berbagi kegembiraan kepada Anda. Kemarin malam, saya dipanggil oleh Bapak pimpinan. Dia memberitahu bahwa dalam rangka peringatan hari kemerdekaan, saya mendapat remisi (keringanan hukuman). Puji Tuhan, saya tidak akan lama lagi akan bebas dan bisa berkumpul bersama dengan keluarga saya. Saya mohon doanya”, demikian ungkapan kegembiraan dari seorang nara pidana menjelang peringatan kemerdekaan RI yang lalu.

Remisi itu memiliki unsur pengampunan walaupun terikat pada waktu. Manakala orang diampuni, dia akan mengalami kegembiraan dan memiliki harapan untuk hidup. Itulah yang kita lihat dalam sepenggal kisah seorang napi.

***

Yesus mengampuni seorang perempuan pendosa. Yesus tidak menghukum dia. Yesus tidak membiarkan dia dirajam seperti yang ditetapkan oleh Hukum Musa. Betapa Yesus mengasihi perempuan itu. Tetapi, segala pengampunan yang diterima oleh perempuan yang tertangkap basah berzinah itu tidak berarti Yesus membenarkan perbuatannya. Yesus tidak menyangkal bahwa perempuan itu adalah berdosa. Dosanya yang dilakukannya amat serius. Letak keseriusan dosanya adalah berhubungan dengan kesetiaan dan keadilan terhadap perempuan lain yang menjadi suami dari teman selingkuhnya atau terhadap suaminya jika dia yang menikah. Karena amat serius dosanya, maka dia harus disingkirkan dan bahkan dihukum mati. Betapa mengerikan hukuman yang harus diterima oleh seorang pendosa.

Kisah penghakiman terhadap perempuan berdosa menjadi sungguh indah untuk disimak. Ketika orang farisi mendesak Yesus untuk meminta sikapnya atas kasus seorang perempuan berzinah itu, Yesus memberi kesempatan kepada mereka untuk merazam perempuan itu, tetapi dengan syarat yang pantas menjadi pelempar batu pertama adalah dia yang merasa diri tidak berdosa. Apakah ada yang menjadi orang yang  pertama menjadi pelempar batu? Sama sekali tidak! Mereka semua menyadari diri sebagai orang berdosa. Yesus, yang tidak berdosa, juga tidak menghukum perempuan itu. Yesus mengatakan bahwa dia pun tidak menghukumnya. Dia boleh pergi untuk melanjutkan hidupnya. Tetapi, dengan suatu peringatan bahwa dia tidak boleh berbuat dosa lagi mulai saat itu! Yesus memberi kesempatan kepada dia untuk bertobat dan membaharui hidupnya. Betapa pengampunan Yesus telah membawa harapan hidup bagi perempuan itu. Tidak ada yang lebih besar dan indah dalam hidup perempuan itu selain kasih dan pengampunan Yesus. Pengampunan Yesus sungguh menggembirakan dan memberi harapan untuk hidup!

Kita ini adalah orang-orang yang berdosa. Seperti perempuan yang berzinah dan orang farisi, kita sesungguhnya tak layak di hadapan Tuhan karena kedosaan kita. Tetapi, Tuhan tidak memperhitungkan seberapa besar dosa yang kita buat! Tuhan tidak peduli dengan masa lalu kita yang gelap. Tetapi, Dia mengundang kita untuk bertobat dan membaharui hidup kita. Dia membuka pintu hati-Nya dan memberi kita pengampunan. Maka, selama masa prapaskah ini kita hendaknya tergerak untuk datang kepada Tuhan dan menerima pengampunannya karena Dia akan berkata kepada kita: “Aku pun tidak menghukum engkau!”. Kita boleh pergi menjalani hidup kita kembali sebagai orang yang diampuni, tetapi dengan semangat pertobatan dan keinginan memperbaharui hidup kita. (Rm. Bastian, CM)

Custom Search

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!