Wednesday, February 22nd, 2012

SERAHKAN HIDUPMU PADA-NYA

11

Di depan gerbang sebuah jembatan di salah satu kota Eropa, duduklah seorang peminta-minta yang buta. Untuk mencari nafkahnya, ia setiap hari duduk di situ sambil memainkan biolanya yang sudah usang. Di depannya terletak sebuah kaleng kosong dan dia mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang lalu lalang di depannya, dan melalui permainan biolanya, orang-orang akan memberinya sedikit uang. Demikianlah pengemis miskin ini melakukan kebiasaannya setiap hari.

Pada suatu hari, seorang yang berpakaian sedikit rapi dan berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya. Tentu saja dengan sigap pengemis itu menolak dan berkata, “Tidak!! Ini adalah hartaku yang paling mahal!!”. Pendatang ini tidak putus asa, dan terus membujuk si pengemis agar mau meminjamkannya biola tersebut hanya untuk sebuah lagu. Akhirnya muncul rasa kepercayaan pada pengemis buta itu, dan dengan perlahan ia memberikan biola tuanya kepada pendatang tersebut.

Pendatang tersebut mengambil biola tua itu dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu. Suara biola yang begitu halus di tangan si pendatang membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut. Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata.

Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang, dan lagu demi lagu telah dimainkan oleh si pendatang tersebut. Akhirnya ia pun harus mengakhiri permainannya, dan sambil mengucapkan terima kasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis. Si pengemis sambil berurai air mata, dan dengan gemetar bertanya: “Siapakah anda orang budiman?”..  Si pendatang tersenyum dan dengan perlahan menyebutkan namanya, “Paganini”.

Semua orang terdiam. Seorang maestro biola yang bernama Paganini, telah memberikan banyak berkat kepada sang pengemis yang telah memberikan harta kesayangannya untuk dipergunakan oleh sang maestro, betapa menakjubkan!

Ada sebuah jaminan berkat bagi siapa saja yang mau menyerahkan tenaganya, hartanya, talentanya, kepada sang ‘Maestro’ kita yaitu Tuhan sendiri.

-nn-


About Rm. Sebastianus W

Rm. Bastian, CM Rm. Sebastianus W. Bu'ulölö, CM biasa dipanggil Rm. Bastian. Imam Kongregasi Misi (CM). Dlahirkan di Teluk Dalam - Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Formator untuk calon imam di Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo - Keuskupan Surabaya yang terletak di Garum - Blitar, Jawa Timur. Pemilik blog http://diamsejenak.com. Untuk hal lain, kontak via E-mail: bastiancm@diamsejenak.com; Twitter: @diamsejenak; Facebook: http://www.facebook.com/Romo.Sebastian.CM


Comments

11 Responses to “SERAHKAN HIDUPMU PADA-NYA”
  1. herlina tanaga says:

    kenapa yach berserah kok sulit banget?

  2. ratna says:

    heheee….. betull.. betull tu Mo! Thx ya.. ^^

  3. alberta says:

    Freater bagus lho isinya , menarik dan mudah dicerna ,makasih atas kesetiaannya mengirimi renungan . GBU

  4. Ferry says:

    Wow, dahsyat artikelnya, kayak iklan ponds ya kalau ga salah.

    @Alberta, Rm. Bastian, bukan lagi frater, tapi Romo, hehe.

    • Rm. Bastian, CM Rm. Bastian, CM says:

      Dear Ferry, terima kasih atas kunjungannya…terima kasih juga atas segala bantuannya sehingga diamsejenak sudah punya domain sendiri…

      gbu…

  5. Aurelia Ang says:

    ijin share Romo…thanks

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!