Sunday, February 5th, 2012

Suara kasih yang lembut dan tenang

0

Ada banyak suara yang berebut untuk kita perhatikan. Ada suara yang berkata, “Buktikan bahwa dirimu adalah orang baik.” Suara yang lain berkata, “Semestinya engkau malu terhadap dirimu.” Ada suara lain lagi yang berkata, “Sebenarnya tidak ada orang yang peduli atas dirimu.” Yang lain lagi berkata,“Berjuanglah untuk menjadi orang yang berhasil, popular, dan berkuasa.” Tetapi di bawah arus suara yang gegap gempita seperti itu, masih ada arus suara lain yang lembut dan tenang, “Engkau adalah anak yang Kukasihi, Aku berkenan kepadamu.” Inilah suara yang paling perlu kita dengarkan. Namun, kita membutuhkan usaha khusus agar dapat mendengarkan suara seperti itu. Kita membutuhkan usaha khusus agar dapat mendengar suara seperti itu. Kita membutuhkan keheningan, ketenangan, dan tekad yang kuat untuk mendengarkan. Inilah yang disebut doa. Doa adalah mendengarkan suara yang berkata kepada kita, “Engkau Kukasihi.”

Henri, J.M. Nowen, Bekal Peziarahan Hidup, Yokyakarta: Kanisius, 2003.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!