Sunday, May 20th, 2012

Bacaan: Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4,12-13,18-19; Luk. 11:29-32 Renungan:   Seorang Ibu tampak tidak energik lagi. Kesehatan tubuhnya lambat-laun menjadi menurun. Dia tidak tampak seperti tahun-tahun sebelumnya. Perubahan ini terjadi setelah putranya memilih cara hidup yang kurang baik. Setiap hari Ibu ini sudah menasehati, tetapi anaknya tidak pernah mau mendengarkan. Betapa ibu ini kecewa melihat hidup [...]

Bacaan: Im. 19:1-2,11-18; Mzm. 19:8,9,10,15; Mat. 25:31-46 Renungan   “Sesungguhnya, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukan-Nya untuk Aku.” Dari kutipan Injil yang kita baca dan renungkan pada hari ini, Yesus menyamakan diri-Nya dengan mereka yang miskin dan papa. Dia menegaskan akan kehadiran-Nya di dalam diri [...]

Bacaan: Yak. 4:1-10; Mzm. 55:7-8,9-10a,10b-11a,10b-11a,23; Mrk. 9:30-37 Renungan: Negara-negara di wilayah Timur Tengah mengalami pergolakan. Ribuan orang telah kehilangan nyawa. Di negara kita, ada Ormas yang suka menggunakan kekerasan; ada banyak korupsi yang membuat masyarakat marah; ada kasus pembunuhan hanya karena kesal dengan korban. Inilah berita yang hari-hari ini kita baca dan dengar! Kekacuan terjadi [...]

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam [...]

Pw. St. Fransiskus Regis Clet, Imam Kongregasi Misi yang menjadi martir di Cina Bacaan: Yak. 3:1-10; Mzm. 12:2-3,4-5,7-8; Mrk. 9:2-13 Renungan: “Tolong dengarkan saya!” Permintaan ini seringkali saya sampaikan kepada anak-anak karena ketika saya sedang mengajar atau menyampaikan sesuatu, mereka sibuk dengan dirinya sendiri atau berbicara dengan temannya. Perhatian yang seharusnya mereka berikan diarahkan pada [...]

Anda harus mempercayai tempat yang kokoh, suatu tempat di mana Anda dapata mengatakan ‘ya’ pada kasih Allah, bahkan jika Anda tidak merasakannya. Saat itu mungkin Anda tidak akan merasakan apa-apa kecuali kehampaan dan kehilangan kekuatan untuk memilih. Tetapi, tetaplah mengatakan, “Allah mengasihi aku, dan kasih Allah itu cukuplah bagiku!” Setiap saat Anda harus memilih tempat yang kokoh dan kembali ke sana setelah setiap kegagalan.