Sunday, February 5th, 2012

Markus 4:35-41 Beberapa tahun yang lalu saya dan kelurga mengadakan perjalanan dari Sibolga ke Pulau Nias. Kami menumpang kapal penyeberangan yang sangat kecil untuk ukuran laut Samudra Hindia. Setelah empat jam pengadakan perjalanan, tiba-tiba kapal kami “dihantam” oleh ombak yang dahsyat. Para awak kapal menurunkan “jangkar” dan

Markus 3:20-21 “Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu,

Markus 3:1-6 Masih ingat dengan tokoh HAM yang bernama Munir? Tentu saja, kita semua masih ingat. Betapa dia berjuang dengan gigih memperjuangkan HAM. Perjuangannya ternyata menggelisahkan dan mengancam kenyamanan mereka yang “melanggar” HAM. Akibatnya, dia menemui ajal secara tidak wajar. Betapa mereka yang

Markus 2:18-22 Dua hari yang lalu, saya mendampingi para seminaris untuk gelandang rohani dan pendakian gunung panderman. Masing-masing dari antara seminaris hidup di antara orang-orang yang sederhana tetapi kaya akan pengalaman hidup. Ada yang tinggal bersama pemulung, bersama anak jalanan, dan lain sebagainya. Setelah selesai gelandang rohani,

Kisah berikut ini ditulis oleh Rm. Mans Werang, CM. Dia adalah misionaris CM (Lazaris) di PNG. “Ini hanya kisah-kisah sederhana”, menurut Romo ini. Setelah membaca kisah sederhana ini, Anda akan berkata ini sungguh kisah inspiratif! Semoga kisah pengalamannya sebagai misionaris menjadi inspirasi bagi hidup kita sebagai orang kristiani (Ed). ***** Kendati hujan turun begitu lebat, [...]

menghadapi ujian hidup dan rintangan seberat apapun. Percayalah “Ada Yang Memperhatikanmu”